Manajemen script/kode tambahan di WordPress

Sekedar ingin sharing saja. Apabila blog anda banyak ketambahan script/kode lain seperti blog ini, mungkin anda harus mulai memikirkan cara untuk memanajemen script/kode tambahan tersebut agar tidak membingungkan. Saya juga begitu, di bagian footer blog ini ada script goggle analytics, kontera, mybloglog tracker, dan hittail. Kemudian kode PHP untuk jualan link ada dari TLA dan Backlinks. Trus, script iklan PPC dari adspeedy dan bidvertiser. Belum lagi script widget dari mybloglog dan blog catalog. Dan tak ketinggalan script banner ProjectWonderful (PW) dan script kumpulan banner dari blog catalog, alexa rank, google pagerank, histats dll.

Semua script/kode dari daftar diatas tersisipkan diantara kode asli wordpress. Entah itu di file header.php, footer.php, index.php, single.php atau di sidebar.php. Coba bayangkan kalau semua itu telah tertata ditempatnya kemudian suatu hari anda sudah bosan dengan themes dan ingin menggantinya, betapa repotnya anda menyusun satu² script/kode yang tersebar ditiap file diatas.

Karena itu saya ingin sharing apa saja yang saya lakukan untuk mengatasinya. Berikut langkah²nya :

Syarat² :

  1. Cara ini hanya untuk wordpress self hosting (gratisan atau berbayar) yang mengijinkan kita mengakses dan memodifikasi tiap file wordpress.
  2. Telah mengaktifkan plugin agar bisa meletakkan kode PHP pada widget. Daftar pluginnya bisa dilihat DISINI

Creating files :

  1. Login CPanel dan masuk ke folder theme yang aktif saya gunakan saat ini (wp-content/themes/nama-themes-aktif). Kemudian saya create folder custom-scripts dan masuk ke foldernya.
  2. Setelah berada didalam folder custom-scripts saya create file footer-scripts.php. Nah didalam file inilah saya letakkan script dari google analytics, kontera, mybloglog tracker dan hittail.
  3. Untuk script AdSpeedy dan Bidvertiser saya pisah karena letaknya berbeda. Saya create file adspeedy-content.php dan bidvertiser-content.php kemudian scriptnya saya letakkan dimasing² file.
  4. Untuk kode PHP TLA dan Backlink saya pisahkan filenya. Saya create file tla-code.php dan backlinks-code.php dan saya letakkan kode PHPnya dimasing² file itu. Kalau anda ingin meletakkannya berdampingan ya gabung saja jadi satu file 🙂 .
  5. Untuk script widget mybloglog dan blog catalog saya create file visitor-pic.php dan saya letakkan script keduanya didalam file ini. Untuk banner PW saya create file pw-banner.php dan meletakkan script PW didalamnya. Untuk script kumpulan banner saya gabung di dalam file visitor-stat.php.
  6. Nah sekarang didalam folder custom-scripts sudah ada 8 file, yaitu footer-scripts.php, adspeedy-content.php, bidvertiser-content.php, tla-code.php, backlinks-code.php, pw-banner.php, visitor-pic.php dan visitor-stat.php.

Langkah selanjutnya adalah menyisipkan (include) tiap file keposisinya masing².

Inserting files :

  1. Saya buka file footer.php dan saya sisipkan file footer-scripts.php sebelum tag </BODY>. Kode PHP nya begini
    <?php include("custom-scripts/footer-scripts.php");?>
  2. Saya buka file single.php dan saya sisipkan file bidvertiser-content.php dibagian atas dan adspeedy-content.php di bagian bawah. Kode PHP nya sama seperti nomor 1, hanya nama filenya disesuaikan.
  3. Kemudian saya masuk ke dashboard WP dan menuju halaman pengaturan widget. Saya sisipkan file tla-code.php, backlinks-code.php, wp-banner.php, visitor-pic.php , dan visitor-stat.php diposisi yang saya inginkan disidebar. Tentu saja dengan bantuan plugin disyarat nomor 2 diatas. Kode PHPnya begini
    include("custom-scripts/tla-code.php");

    dan seterusnya.

Selesai

Banyak sekali ya scriptnya, pantasan blog ini kl diakses lemot banget 😀 . Nah bila saya ingin mengganti themes, saya tinggal pindahkan (copy) folder custom-scripts ke dalam folder theme yang baru. Tentu saja semua file didalam foldernya ikutan juga. Kemudian saya ulangi langkah Inserting files diatas.

Ruwet ya? menurut saya sih nggak. Malah praktis gak ngotorin file aseli wordpress, karena kita hanya nambah satu baris script saja. Kalau ada penambahan script ya tinggal mengulangi langkah² diatas, tentu saja gak perlu create folder lagi 😀 .

Teman² blogger bagaimana nih cara manajemen script di blognya? kan banyak jalan menuju Roma, jadi pasti ada banyak cara. Dan ini cara saya, cara anda bagaimana?

Happy Ramadhan and Happy Blogging 😀

45 Comments

  1. jingga September 12, 2008 Reply
  2. jingga September 12, 2008 Reply
  3. angie September 12, 2008 Reply
  4. bocah September 12, 2008 Reply
  5. aku jagoan seo ke 13 September 12, 2008 Reply
  6. hrxone September 12, 2008 Reply
  7. AHA September 12, 2008 Reply
  8. danu September 12, 2008 Reply
  9. Paman Gober September 12, 2008 Reply
  10. Dhimas September 12, 2008 Reply
  11. oomdotcom September 12, 2008 Reply
  12. Fachia September 12, 2008 Reply
  13. Adieska September 12, 2008 Reply
  14. hakimtea September 12, 2008 Reply
  15. Depression Treatment September 13, 2008 Reply
  16. malapu September 13, 2008 Reply
  17. Nias Zalukhu September 13, 2008 Reply
  18. ariwolu September 13, 2008 Reply
  19. adit September 13, 2008 Reply
  20. ika September 13, 2008 Reply
  21. pLuTo September 13, 2008 Reply
  22. persikers September 13, 2008 Reply
  23. jimmy September 14, 2008 Reply
  24. Promotional Products September 22, 2008 Reply
  25. Health Insurance September 27, 2008 Reply
  26. Jim Spence September 28, 2008 Reply
  27. naruto October 18, 2008 Reply
  28. Webmaster Services November 7, 2008 Reply
  29. Nasir February 5, 2009 Reply
  30. gushid April 4, 2009 Reply
  31. gushid April 4, 2009 Reply
  32. Blogger Kebumen February 16, 2010 Reply
  33. zadbnsv December 24, 2011 Reply
  34. Crafts Factory March 7, 2012 Reply
  35. Alif March 15, 2012 Reply
  36. Maika Etnik May 22, 2012 Reply
  37. thunderboltharddrive.us December 23, 2012 Reply
  38. Nathanael Solano September 19, 2013 Reply
  39. septic April 4, 2014 Reply
  40. biotech indonesia November 12, 2014 Reply
  41. stp biotech November 12, 2014 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *