Sepakbola dan Bulutangkis adalah olahraga favoritku. Bukan hanya favorit nonton saja, tapi suka dan sedikit bisa bermain juga. Setiap ada even besar dari kedua olahraga itu aku selalu nonton. Nah tahun ini ada 2 even besar, dari sepakbola Juni nanti ada Euro 2008 Austria dan Swiss. Untuk Bulutangkis saat ini sedang digelar Thomas dan Uber Cup 2008 sampai tanggal 18 Mei nanti.
Sebagai penggemar bulutangkis tentu saja aku tidak akan melewatkan begitu saja, walaupun hanya nonton via TV (jauh sih dari Jakarta). Apalagi kita jadi tuan rumah, pasti seru dan tentu saja peluang juara lebih besar. Pertandingan pertama kemaren tim Thomas Indonesia menghadapi tim Thomas Thailand. Diatas kertas tentu saja kita jauh lebih unggul.
Bukan serunya pertandingan yang akan kubahas disini, bukan juga tentang permainan tim Thomas Indonesia yang payah, masa Soni Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat bisa kalah dari anak kemarin sore gitu. Saya akan membicarakan tentang spirit pertandingan yang sudah mulai pudar. Ini khusus bagi anda yang menyaksikan pertandingan via TV. Bagi yang nonton langsung ya jelas beda
.
Saat ini even² olahraga selalu menjadi ajang komersialisasi. Coba perhatikan ketika ada pertandingan, apalagi kalau tim Indonesia yang main, sebelum pertandingan dimulai yang nongol di TV hanya komentator dan iklan bergantian, sesekali diselingi kuis. Kamera TV berpindah kelapangan ketika pemain sudah berada dilapangan dan siap bertanding. Seharusnya sebelum pertandingan dimulai, suasana dilapangan dishoot kamera, mulai kreatifitas suporter, persiapan panitia dan lain². Terutama ketika pemain satu per satu diperkenalkan dan memasuki lapangan pertandingan, suasananya pasti penuh semangat. Jadi lebih greget gitu.
Ini masih bisa kumaklumi, kan yang bayar memang sponsor, makanya kita² bisa nonton gratis. Tapi ketika pertandingan dimulai dan kita semua konsen nonton, tetap saja iklan berseliweran. Mulai iklan baris yang jalan mondar-mandir di bagian bawah layar TV, papan iklan yang berjejer dipinggir lapangan yang sering berubah tampilan membuat konsentrasi sedikit terganggu, sampai ditengah lapangan pun iklan masih suka nongol. Coba perhatikan iklan yang nongol dibawah net, asalnya dari sinaran cahaya diatas lapangan.
Kalau ini semua bisa dimaklumi, ada yang sangat tidak bisa saya tolelir. Setiap point sampai ke angka 11, pasti dipotong iklan. Walau sebentar terasa sangat mengganggu. Apalagi kalau lagi seru²nya. Dan yang membuat amarahku memuncak ketika Taufik Hidayat bertanding. Pada set penentuan, ketika point pemain sama² 20 dan terjadi deuce bisa²nya dipotong iklan juga. PARAAAHHHH!#!@#!@$@!$ DASAR KAPITALIS!!!!!!!. (sori lagi emosi nih
)
Jadi kangen jaman TVRI dulu, gak ada iklan. Kamera konsentrasi kelapangan. Suasana ketegangan, semangat, dan deg²an keluar semua. Atau bisa saja piala thomas dan uber yang akan datang dibeli saja hak siarnya sama TV Cabel seperti EPL dan Liga Champion 2009, asyik bebas iklan
.










setuju,
saya juga gondok liat iklannya,
pas lagi seru-seru masa di potong,
kenapa ga pas abis main aja,
trus ga usah di komentarin,
diganti aja jatah komentator itu ama iklan…
yg penting moga2 aja indonesia bisa meraih kembali supremasi piala thomas dan uber .
waduh, di kos gak ada tv. jadi kuper
entah kenapa semenjak tim uber selalu kalahan dari china belakangan ini saya jadi males nonton
walah mas
ternyata karena iklan. Saya iklan ga begitu mengganggu kok kalo untuk tayangan itu. Kalo iklan di sinetron itu yang mengganggu banget. Masa liat sinetronnya setengah jam iklannya setengah jam. Payah deh
iya Mas mending TVRI dulu….iklannya cuma SDSB ama terimakasih telah membayar PAJAK…hehehehehe
semoga dukungan terhadap tim thomas dan uber tidak terpotong seperti iklannya, negeri ini membutuhkan kepercayaan diri untuk kembali berprestasi, supremasi tertinggi bulutangkis dunia.
tetep semangat!
si thomas bikin saya semangat olahraga lagi euy..udah lama g olahraga fiuh..enak juga hidup sehat lagi…go go go thomas and uber indonesia…
Weleh tulisanya sampai sebanyak itu, pinter rupanya kalau ngomong masalah sepakbola dan bulutangkis, aku juga sempet nonton tuh di hari pertama indonesia main lawan thailand, tapi sayangnya topik hidayat KO, padahal katanya masuk peringkat ke tujuh dunia
tenang mas.. pikir positifnya aja, yang penting kan masih bisa nonton
walaupun daripada dipotong2 gitu mendingan gak nonton sekalian hehehe