Beberapa hari yang lalu disebuah televisi swasta (gak tau acara apa) terlihat seorang reporter sedang mewawancarai seorang pemulung di Jakarta. Dialognya kira² begini :
Reporter : Pendapat bapak tentang biaya hidup saat ini ?
Pemulung : Makin susah mbak, harga pada naik semua!! (Sambil menghisap rokoknya dalam²).
Reporter : Berapa banyak rokok yang bapak habiskan dalam sehari?”
Pemulung : 2 bungkus mbak
Reporter : Berapa rata² penghasilan bapak seharinya?
Pemulung : Gak tentu mbak, rata² 20ribu sehari
Sang reporter kemudian beralih pada seorang tukang becak yang sedang duduk santai sambil merokok diatas becaknya. Reporter bertanya dengan pertanyaan yang hampir sama seperti yang ditanyakan pada pemulung. Jawabannya pun hampir sama. Yang berbeda cuma penghasilannya yang sampai 40ribu sehari. Tapi dia menghabiskan sedikitnya 3 bungkus rokok sehari.
Ada seorang tukang becak yang sering mangkal didepan gang rumahku. Entah siapa namanya, tapi orang² biasa memanggilnya Pak Endut. Padahal tubuhnya tidak gendut² banget. Sama seperti diatas, Pak Endut juga perokok berat. Apalagi ditambah dengan hobinya mengotak-atik nomor togel.
Ketika Sang reporter bertanya kepada pemulung mengapa merokok, jawabannya, “sudah kebiasaan mbak, gak bisa berhenti“. Jawaban situkang becak lebih mengagetkan, “daripada bengong mbak” katanya.
*****
Dari data statistik BPS, sebagian besar dari ratusan miliar batang rokok yang diproduksi tahun 2007, sebanyak 220-225 miliar batang dihisap oleh kaum miskin, jadi penyumbang terbesar dari industri rokok adalah kaum miskin. pada tahun 2001, kelompok berpenghasilan tinggi membelanjakan 7,47 % uangnya untuk membeli rokok. Bandingkan dengan proporsi belanja rokok pada kelompok berpenghasilan terendah, yang mencapai 9,1 persen.
Kita kembali ke pemulung dan tukang becak diatas. Kalau si pemulung yang berpenghasilan 20000 sehari dipotong 2 bungkus rokok (kira² 6000 perbungkus). jadi sisa 8000 untuk biaya makan anak dan istrinya. Si tukang becak juga dengan penghasilan 40000 hanya bisa membawa pulang 22000 saja. Mudah²an mereka berdua tidak terjangkit virus togel juga seperti Pak Endut.
Kenapa tidak berfikir untuk berhenti merokok??? Apakah sesusah itu???. Aku gak tau, karena alhamdulillah aku bukan perokok. Tapi kalau ada niat dan keinginan yang kuat untuk berhenti, insyaALLAH bisa. Contohnya my mom (alah sok bule
). Ibuku sudah hampir 50 tahun menjadi seorang perokok berat. Tahun lalu beliau berniat berhenti, tanpa proses apa² langsung berhenti dan BISA.
So, kapan giliran anda???










hmmm…fenomena umum di masyarakat
dikandani yo ora direken…
jadi ya terapinya spt ini…sering2 disosialisasikan kerugiannya
podo mbik dakwah …
lha sampek kapan ..? 

nek ditakok’i apik .. jawabane apik ..
tapi nek ditakok’i kok gak dilakoni ..?? durung mampu mas ..
sorry nggawe boso jowoan ..
yaa gitu deh, kayak ngomong sama tangan
Sayang saya bukan perokok juga.
Tapi omong2 berarti kebutuhan pokok mereka adalah rokok ya..
Smocking addiction kali mas..
dulu saya perokok berat sehari 3 bungkus habis ku hisap alhamdullillah tobat,yang lucu aku lakukan di vc yang aktivitas kita minum dan makan ga mau di vc,tapi merokok bisa apa ga aneh hayo,ke 2.bapaku melarang anaknya tidak merokok tapi lucunya bapak saya merokok,opo oar lucu?
Nice blog friend, very informative content.. thanks ats infonya..
Pelajari lebih lanjut tentang apa yang Anda berbicara tentang. Terima kasih