Monthly Archive for December, 2007

Untung Rugi

Hari itu aku telat datang kemasjid untuk sholat berjamaah (sering telat emang :D), kami yang pada telat ini mulai mengambil posisi dishaf paling belakang. Saat itu imam sedang dalam posisi sujud.

Sering kita dapati dalam sholat berjamaah, makmum yang masbuk (tidak ikut sholat berjamaah dari awal) menunggu sampai imam kembali berdiri baru mulai mengikutinya.
Continue reading ‘Untung Rugi’

Menghitung NikmatNya

Seorang teman bertanya, kira-kira lebih utama mana menyembelih qurban atau membayar hutang?? Saat itu aku bingung mau jawab apa, lantas ku jawab saja “lebih baik bayar hutang dulu, kan hukum membayar hutang adalah wajib, sedangkan hukum berqurban kan hanya sunnah.”

Tapi kemudian aku langsung mencabut kembali jawabanku, karena sebenarnya aku belum tahu pasti ilmu dan hukum berqurban. Jawaban tadi keluar begitu saja tanpa pikir panjang, tanpa ilmu.
Continue reading ‘Menghitung NikmatNya’

Useless

Useless
Lokasi : Gg. Lawang Seketeng IV Sby
Waktu : Juli 2007
Kamera : Nokia 6630

Sebenernya udah dari dulu pengen njepret tiang-tiang listrik tak terpakai yang melewati Gang kontrakanku, tapi masih belum dapet moment yang tepat.

Nah ceritanya ketika suatu hari Pak Poer tetanggaku mengeluh karena telah melakukan kesalahan yang menurutnya fatal. Ketika beliau selesai ngeTAB oli motornya, oli sisa itu dibuang disebuah lobang kecil yang berada tidak jauh dari pohon jambu batu yang tumbuh didepan rumahnya. Continue reading ‘Useless’

Drizzle of Sunset

Naura
Lokasi : teras lantai 2 kontrakanku.
Waktu : Mei 2006, Menjelang Maghrib
Kamera : Canon PowerShot A410

Sekilas seperti pemandangan pedesaan di Tiongkok ketika hujan salju ya, padahal nih itu aku jepret ketika waktu hujan rintik-rintik menjelang maghrib.

Terasa sejuk, damai, tenang, dan … lapar :D

Bila Pisau Berkarat

Disadur dari Buletin Jum’at Al-Maidah, Edisi 47, Tahun XVI

Misalkan sebilah pisau mengkilat yang tajam, pisau itu dititipkan pada orang lain yang memang membutuhkan pisau tersebut. Namanya barang titipan, pada saatnya kelak akan diminta lagi oleh pemiliknya. Bila barang titipan rusak, tentu pemiliknya akan menuntut untuk diperbaiki dahulu.

Solusinya sebilah pisau harus diasah lagi, bila perlu dibawa ketukang pandai besi. Pisau dibakar dengan api yang membara, dipukul berulang-ulang. Hasilnya diasah lagi pisau akan kembali tajam dan mengkilat. Bila demikian, pemilik pisau tadi akan menerimanya kembali dengan senang hati.
Continue reading ‘Bila Pisau Berkarat’

   Read in another language :   by Google Translate