Pekerjaan Surga

Dulu waktu baru nikah, kalau ketemu teman, mereka sering nanya tentang istriku. Maklumlah istriku kan orang luar pulau, jadi teman-teman pada belum kenal. Pertanyaan yang sering itu begini, “istrimu kerja atau tidak ???”, atau malah langsung nanya gini, “istrimu kerja dimana???”.

Jaman sekarang perempuan bekerja diluar rumah sudah merupakan hal yang biasa. Apalagi bagi yang belum menikah dan bergelar sarjana, wajib hukumnya bekerja. Ya paling tidak untuk mengamalkan ilmu yang didapat waktu kuliah.
Bagi anda para lelaki yang telah menikah dan bekerja, tiap hari sebagian besar waktu dihabiskan dikantor. Jam kerja mulai pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore. Begitu pulang terasa sangat lelah, tetapi istri menyambut dengan senyuman.

Mendapat senyuman dari istri membuat anda berfikir bahwa istri anda hanya dirumah saja tidak bekerja, wajar saja kalau dia tampak bersih, harum, dan menebar senyum ketika menyambut kedatangan anda.

Coba kita sedikit bergeser kebelakang, mulai ketika istri anda membangunkan anda karena waktu shubuh telah datang. Ketika anda pulang dari masjid, istri telah menyediakan kopi panas dan beberapa potong kue untuk menghangatkan perut anda. Sembari anda menikmati kopi dan kue, istri anda mulai mencuci baju yang telah direndam malam sebelumnya. Setelah cucian diberi pewangi, istri anda beranjak kedapur untuk membuat nasi goreng untuk sarapan. Pada saat itu mungkin anda tertidur kembali karena masih mengantuk.

Hari beranjak pagi, saat istri anda berangkat kepasar untuk berbelanja sambil menggendong anak anda yang masih balita sembari memberinya makan, anda mungkin masih belum bangun tidur. Ketika istri anda datang dari pasar, mulailah dia memandikan anak anda. Saat itu anda mungkin sudah bangun tidur dan mengantri untuk mandi pagi. Setelah memandikan dan memberi pakaian pada anak, istri anda naik kelantai dua untuk menjemur pakaian yang tadi direndam pewangi, tentu saja dengan membawa serta anak anda agar lebih mudah mengawasinya. Saat itu anda mungkin telah dimeja makan untuk sarapan nasi goreng.

Jam 7.30 pagi saatnya anda berangkat kerja,istri anda bahkan belum sempat mandi pagi. Setelah anda berangkat, istri anda mandi, sarapan, mencuci piring, membereskan belanjaan, dan membuatkan susu untuk anak anda. Setelah minum susu istri anda menemani sang anak tidur. Setelah sang anak tidur, istri anda kembali kedapur untuk masak buat makan siang dan makan malam. Tidak lupa membersihkan rumah.

Tibalah waktu makan siang, setelah menyuapi anak dan meminumkannya susu, istri anda mulai mengajari sang anak dengan berbagai hal, mulai pelajaran mengenal ALLAH, beribadah, dan bagaimana berbakti pada orang tua. Beberapa jam kemudian sang anak kembali tidur dan tibalah waktu sholat Ashar.

Setelah sholat Ashar, istri anda mulai menyeterika baju yang telah kering, dan menyusunnya dilemari. Tidak beberapa lama kemudian sang anak terbangun dan istri anda memandikannya. Setelah itu istri anda mandi dan dandan yang cantik, kemudian menemani sang anak bermain dihalaman rumah sambil menunggu anda pulang dari bekerja. Dan senyuman manis itupun anda dapatkan.

Ketika istri anda melakukan semua pekerjaan itu, mungkin anda dikantor seharian hanya duduk didepan komputer didalam ruangan nyaman ber-AC dan hanya sesekali beranjak untuk ketoilet, sholat dan makan siang.

Pernahkah anda bayangkan betapa melelahkannya pekerjaan istri anda dirumah. Istri anda merangkap beberapa pekerjaan dalam sehari, mulai menjadi istri yang baik bagi anda, mengatur keuangan, akuntansi, pembelian(purchasing), baby sitter, koki, guru privat bagi anak anda, ustadzah yang mengajarkan dasar keimanan pada anak anda, sampai menjadi pembantu dan binatu. Pekerjaan itu dilakukannya dengan ikhlas. Anda tidak pernah menggajinya, hanya uang belanja saja.

Coba sesekali anda meliburkan istri anda barang sehari saja dari pekerjaannya dirumah, semua anda ambil alih. Jadilah bapak rumah tangga sehari. Sanggupkah anda???

Pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang sangat mulia. Karena itu jangan protes jika Rosululloh memuliakan para ibu 3 tingkat diatas kita para ayah. Pekerjaan ibu adalah pekerjaan surga, imbalannya pun insyaALLAH surga. Karena itu muliakan dan hormati istri anda. Jangan sekali-kali berfikir istri yang bekerja lebih baik daripada istri yang tidak bekerja.

Selamat hari Ibu

Wallohu ‘Alam

13 Comments

  1. jingga February 28, 2008 Reply
  2. NdesO December 30, 2008 Reply
  3. Z-Tainment December 31, 2008 Reply
  4. rossie August 28, 2009 Reply
  5. bisnis jaringan January 18, 2010 Reply
  6. Witanto July 2, 2010 Reply
  7. Easy Share August 7, 2010 Reply
  8. Distro Islami Dizhwar October 8, 2010 Reply
  9. Tivisiana May 14, 2011 Reply
  10. naturalcrystalx May 27, 2012 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *