Lokasi : Jl. Pahlawan (Tugu Pahlawan)
Waktu : Desember 2007, Pagi
Kamera : Nokia 6630
Suasana Sholat Ied 10 Dzulhijjah 1428H di jalan Pahlawan, sebelah Timur Tugu Pahlawan. Khotib oleh Ustadz Nur Cholis Huda, wakil ketua pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Tema khutbahnya cukup menarik, yaitu Menyembelih Nafsu Hewani. Beliau menyampaikan 3 hikmah Idul Adha, yaitu :
1. Ujian kesungguhan
Mengukur kesungguhan cinta kita pada Allah melebihi kesungguhan cinta kita pada dunia, apakah kita mau berkurban atau tidak. Permasalahan bukan pada mampu atau tidak, tetapi mau atau tidak. Kita bisa kredit rumah, motor, mobil, elektronik dan lain-lain seharusnya kita juga mampu berkurban.
2. Kerelaan berkurban dan memberi
Nabi Ibrahim telah mencontohkan dengan memberikan yang terbaik yang dimilikinya, yaitu anak tunggal yang sangat dicintainya. Nilai pemberian menjadi sangat tinggi ketika pemberian itu harus mengesampingkan kebutuhan kita sendiri, bahkan ketika kita sangat membutuhkannya. Nilai mengurbanan tidak diukur dari besarnya brang yang kita berikan, melainkan kesedian mengalahkan kepentingan diri kita sendiri (Qs. 69:9).
3. Menyembelih Nafsu Hewani
Secara simbolis, menyembelih hewan kurban adalah sebagai simbol menyembelih nafsu hewani yang ada dalam diri kita. Dalam diri manusia terdapat sifat-sifat hewani. Jika sifat hewani yang menonjol maka sifat kemanusiaan kita akan menipis. Akibatnya derajat kita sebagai manusia akan jatuh, bahkan bisa lebih rendah dari hewan itu sendiri.
Setidaknya ada dua hal yang membedakan manusia dengan hewan, yaitu manusia memiliki akal(berfikir) dan memiliki rasa malu sedangkan hewan tidak. Dua hal ini semakin hari kita rasakan terus mengalami erosi.
Wuallohu’alam






ayo, qt hrs kurangi sgala hawa nafsu
Amalkan kebaikan
Raih pahala
Amin
Witanto