Menghitung NikmatNya

Seorang teman bertanya, kira-kira lebih utama mana menyembelih qurban atau membayar hutang?? Saat itu aku bingung mau jawab apa, lantas ku jawab saja “lebih baik bayar hutang dulu, kan hukum membayar hutang adalah wajib, sedangkan hukum berqurban kan hanya sunnah.”

Tapi kemudian aku langsung mencabut kembali jawabanku, karena sebenarnya aku belum tahu pasti ilmu dan hukum berqurban. Jawaban tadi keluar begitu saja tanpa pikir panjang, tanpa ilmu.
Beberapa hari kemudian, tiap hari Rabu dimasjid kantor ada pengajian. Rabu itu kebetulan temanya adalah tentang berqurban. Sang ustadz menyampaikan sebuah hadits yang lumayan keras tentang perintah berqurban, yaitu intinya bila tidak berqurban padahal ia mampu maka Allah tidak mengijinkannya mendekati rumahNya (masjid). “Lha kalau mendekati saja tidak boleh berarti sholatnya juga gak bakalan diterima.”

Penjelasan sebenarnya dari hadits ini silahkan baca Tuntunan dalam Idhul Qurban.

Kemudian sang Ustadz mengajak berhitung, apabila harga satu ekor kambing sekitar Rp. 900.000,- bila dibagi setahun (365 hari) = Rp. 2.466,-. Allah hanya meminta kita berqurban Rp. 2.466,- per hari. Sedangkan nikmat yang Allah berikan pada kita dalam sehari sangatlah besar. Ambil satu contoh udara yang kita hirup ini sangat mahal harganya. Orang yang sakit dan butuh bantuan oksigen, perjamnya sekitar rp. 750.000,-. Coba kalikan 24 (jam). itu baru udara, belum fungsi panca indera kita, mata bisa melihat yang indah², telinga bisa mendengar yang merdu², hidung bisa mencium yang wangi dan lezat dan seterusnya. Apalagi fungsi jerohan kita, ginjal misalnya. Kalau ginjal suadh rusak, untuk menggantikan fungsi ginjal harus cuci darah 2 hari sekali, tiap cuci darah butuh waktu diatas 5 jam dan biayanya hampir 1 juta sekali cuci darah. Masih ada jantung, paru-paru, empedu, lambung, usus dan lain-lain.

Karena itu jangan sekali-kali menghitung untung rugi dengan Allah, karena sekecil apapun kebaikan atau kejahatan kita, niscaya akan ada balasannya.

Allah telah berfirman, “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).(QS. Ibrahim 34).

Dari semua itu Allah hanya minta Rp. 2.466,- perhari, itupun hasilnya bukan untuk Allah. Pahalanya buat kita, dagingnya juga dibagikan ke umat. Allah hanya ingin kita menunjukkan loyalitas dan ketakwaan kita padaNya.

jadi berQurbanlah!!!

   Read in another language :   by Google Translate

Related Posts

4 Responses to “Menghitung NikmatNya”


  1. 1 Witanto

    benar, qt hrs mengutamakan Tuhan YME
    Witanto

  2. 2 .net hosting

    To get the most out of this tutorial, you should have a copy of SQL Server installed on your computer, so that you can go through the examples yourself. If you don’t have a copy, that’s OK - you should still be able to gain an understanding of what SQL Server is and what’s involved in using it.

  3. 3 Ricky Arand

    What i do not realize is actually how you are not actually much more well-liked than you might be now. You’re so intelligent. You realize thus significantly relating to this subject, produced me personally consider it from so many varied angles. Its like men and women aren’t fascinated unless it is one thing to do with Lady gaga! Your own stuffs nice. Always maintain it up!

  4. 4 kado pernikahan

    kalau memang mampu ya harus berkurban… krn hukumnya wajub bagi yang mampu…

Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari TIPIS.WEB.ID di inbox anda:

Leave a Reply